Akibat Kulit Terlalu Kering Saat Puasa

Kulit kering menjadi keluhan umum saat puasa. Pasalnya, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama lebih dari 12 jam. Hal ini membuat kulit rentan kekurangan cairan, sehingga kelembapan kulit menurun. Penyebab lain kulit kering saat puasa adalah kebiasaan mandi dengan air hangat, salah menggunakan produksi pembersih kulit, menggosok kulit terlalu keras, dan paparan sinar UV matahari berlebih. Lalu, apa saja akibat kulit terlalu kering yang harus kamu tahu? simak berikut ini.

Akibat Kulit Terlalu Kering Saat Puasa, Apa Saja?

Kondisi kulit kering saat puasa nggak boleh dianggap sepele. Selain sebagai tanda dehidrasi, kulit kering dalam jangka panjang juga rentan menyebabkan masalah berikut:

  • Mengganggu penampilan. Kulit wajah terlalu kering menjadi kaku, kasar, bahkan bersisik. Akibatnya, make up yang digunakan pada kulit wajah lebih sulit untuk terserap, sehingga kulit tampak lebih kusam.
  • Muncul rasa gatal. Kulit kering mudah meradang dan menimbulkan reaksi gatal pada kulit. Bahkan ketika digaruk, kulit semakin terasa gatal dan rentan mengalami luka.
  • Kulit lebih sensitif dan mudah iritasi. Bahkan, gesekan sedikit bisa menimbulkan rasa sakit dan menimbulkan hiperpigmentasi pada kulit.
  • Kulit rentan terhadap infeksi kuman dan bakteri. Pasalnya ketika kulit kering, perlindungan terhadap kuman dan bakteri cenderung menurun. Kondisi ini memicu terjadinya masalah kulit lain, salah satunya jerawat membandel.
  • Tanda penuaan muncul lebih cepat (seperti garis-garis halus), karena kulit kehilangan elastisitas dan kekenyalannya. Jika dibiarkan terus-menerus, gejala penuaan semakin terlihat dan sulit disamarkan.
  • Indikasi kanker kulit. Pada kondisi ini, biasanya kulit kering disertai dengan munculnya bercak tebal dan kasar pada kulit. Jika tergores atau terbentur, bercak mengeluarkan darah.

Bagaimana Cara Mencegah Kulit Kering Saat Puasa?

Kulit kering saat puasa bisa dicegah dengan cara berikut:

  • Minum air putih dengan pola 2-4-2. Yakni dua gelas air putih saat berbuka, empat gelas air putih saat makan malam, dan dua gelas air putih saat sahur. Selain air putih, asupan cairan tubuh bisa diperoleh dari konsumsi sup, jus, serta buah dan sayuran.
  • Konsumsi buah dan sayuran. Makanan ini kaya serat yang baik bagi saluran pencernaan dan mengandung banyak air. Buah yang bisa dikonsumsi untuk mencegah kulit kering saat puasa antara lain semangka, stroberi, atau tomat.
  • Menjaga kebersihan kulit. Caranya dengan rutin mencuci wajah (pada pagi dan malam hari sebelum tidur) dan mandi. Gunakan produk pembersih kulit sesuai jenis kulit agar khasiatnya optimal.
  • Gunakan pelembap dan tabir surya minimal SPF 30. Oleskan secara merata ke seluruh tubuh setelah mandi. Untuk penggunaan tabir surya, kamu dianjurkan untuk memakainya 30 menit sebelum beraktivitas dan ulangi tiap dua jam sekali agar perlindungannya maksimal.

Istirahat cukup. Alasannya karena kurang tidur membuat kulit tampak lelah, kering, dan kusam. Maka itu, kamu perlu mengatur strategi agar tetap bisa tidur cukup tanpa harus kelewatan waktu sahur. Mengingat kebutuhan tidur orang dewasa sekitar 6-8 jam per hari, kamu bisa tidur lebih awal agar bisa terbangun untuk sahur. Misalnya, tidur jam 9 malam dan bangun jam 3 pagi.

Tinggalkan Balasan