Kenali Fakta Pigmentasi Pada Kulit

Klinik Kecantikan di Jakarta : Fakta Yang Harus Kamu Ketahui Mengenai Pigmentasi Kulit

 

Pure Laser Clinic – Kesehatan kulit menjadi prioritas karena menunjang penampilan seseorang. Makanya sebisa mungkin, kulit wajah dan tubuh dirawat agar tidak terjadi pigmentasi. Kalau kamu belum tahu, yang dimaksud pigmentasi adalah proses perubahan warna kulit akibat berbagai faktor seperti paparan sinar UV matahari, polusi udara, pemakaian pil KB, dan kehamilan. Namun bagi ibu hamil yang mengalami pigmentasi kulit wajah, nggak perlu khawatir. Pasalnya kondisi ini membaik setelah persalinan. Bagaimana dengan pigmentasi akibat faktor lain? Ketahui jawabannya di sini.

Kulit sehat bisa dilihat dari warna, tekstur, dan kelembapannya. Hal yang perlu digaris bawahi adalah, kulit sehat tidak selalu putih. Sebab apapun warna kulit kamu, selama tidak berbeda warna, kenyal, lembut, halus, dan lembap, masih termasuk ke dalam kategori kulit sehat. Namun jika warna kulit berbeda, bisa jadi kamu mengidap pigmentasi kulit wajah. Kondisi ini ditandai dengan kulit wajah lebih gelap (hiperpigmentasi) atau lebih terang (hipopigmentasi).

1. Hiperpigmentasi

Hiperpigmentasi ditandai dengan peningkatan produksi melanin dalam tubuh. Melanin merupakan pigmen yang memberi warna pada kulit, mata, dan rambut. Semakin banyak kadar melanin, semakin gelap kulit seseorang. Kondisi ini terjadi akibat paparan sinar UV matahari berlebih, kehamilan, efek samping konsumsi obat, dan masalah kesehatan seperti penyakit Addison.

Contoh hiperpigmentasi adalah melasma, masalah kulit yang ditandai bercak hitam di pipi, dahi, batang hidung, dagu, leher, dan tangan. Biasanya melasma muncul di area tubuh yang sering terkena sinar matahari. Melasma bisa diatasi dengan mengoleskan tabir surya SPF 30 atau lebih tinggi dan menggunakan pelindung (seperti topi) saat beraktivitas di luar ruangan. Disarankan untuk berbicara pada dokter spesialis kulit jika kondisi melasma tidak membaik.

2. Hipopigmentasi

Berbeda dengan hiperpigmentasi yang bikin kulit menggelap, hipopigmentasi justru membuat kulit tampak lebih terang atau putih. Kondisi ini terjadi akibat rendahnya produksi melanin pada tubuh. Ada tiga jenis hipopigmentasi yang perlu diketahui, antara lain:

  • Vitiligo, kelainan autoimun yang menyebabkan kerusakan sel penghasil pigmen. Kondisi ini ditandai dengan bercak putih halus pada kulit wajah dan bisa menyebar ke seluruh bagian tubuh.
  • Albinisme, kelainan bawaan lahir yang disebabkan karena ketiadaan enzim penghasil melanin. Ciri khas pengidap albinisme adalah warna rambut, kulit, dan mata putih pucat. Kondisi ini enggak bisa dianggap sepele karena kekurangan pigmen melanin membuat kulit pengidapnya mudah terbakar sinar UV matahari. Paparan yang berlebih bukan hanya meningkatkan risiko kanker kulit, tapi juga gangguan mata seperti rabun dekat, rabun jauh, astigmatisme, juling, dan gerakan bola mata tak terkontrol (nistagmus).
  • Pigmentasi akibat kerusakan kulit, misalnya karena infeksi kulit, lecet, luka bakar, dan trauma lain. Sebagian besar kasus hipopigmentasi ini bisa pulih, tapi membutuhkan waktu yang lama untuk mengembalikan pigmen kulit.

Bila kamu menemukan tanda pigmentasi, sebaiknya segera bicara pada dokter spesialis kulit untuk mengetahui cara penanganan yang tepat. Pada kasus yang parah, dokter mungkin menyarankan perawatan laser untuk mengatasi pigmentasi kulit wajah. Kamu bisa mendapatkan perawatan laser di klinik kecantikan di Jakarta seperti Pure Laser Clinic.

Tinggalkan Balasan