paparan matahari saat puasa

Terkena Paparan Matahari Saat Puasa, Siapa Takut?

Haus dan kelelahan termasuk kendala umum saat puasa. Selain kurang minum saat sahur, kamu rentan haus dan kelelahan jika terpapar sinar UV matahari dalam waktu lama. Lantas, perlukah menghindari paparan sinar UV matahari saat puasa? Bagaimana cara melindungi tubuh dari paparan sinar UV matahari? Ketahui faktanya di sini tentang cara mengatasi paparan matahari saat puasa.

Tetap Beraktivitas Saat Puas Tanpa Takut Matahari

Sebagian orang menghindari aktivitas fisik yang memicu rasa haus saat puasa. Hal ini wajar dilakukan karena beberapa orang membatalkan puasa hanya karena tidak bisa menahan rasa haus. Namun, bukan berarti kamu perlu tidur seharian dan menjauhi paparan sinar UV matahari. Kamu tetap bisa kok beraktivitas seperti biasa saat puasa tanpa perlu takut dengan paparan matahari saat puasa apalagi dengan kandungan UV A dan UV B nya. Ini tipsnya:

  1. Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh

Salah satunya dengan menerapkan pola 2-4-2, yakni minum dua gelas air putih saat berbuka, empat gelas air putih saat makan malam, dan dua gelas air putih saat sahur. Pola ini dibuat untuk memastikan agar tubuh tetap mendapat asupan cairan yang cukup selama puasa, setidaknya delapan gelas sehari. Dengan begitu, diharapkan tubuh terhindar dari rasa haus dan dehidrasi saat puasa. Selain minum air putih, asupan cairan juga bisa dipenuhi dengan konsumsi sup, jus, serta buah dan sayuran.

  1. Gunakan Tabir Surya

Sinar UV matahari memang punya manfaat bagi kesehatan kulit karena mengandung vitamin D. Namun saat paparannya berlebih, sinar UV matahari justru berpotensi membuat kulit terbakar, kulit kusam, muncul bintik kecokelatan, hingga meningkatkan risiko kanker kulit. Maka itu, kamu dianjurkan untuk menggunakan tabir surya minimal SPF 30 saat beraktivitas di luar ruangan, terutama pada pukul 10.00-14.00. Oleskan tabir surya secara merata 30 menit sebelum beraktivitas dan gunakan ulang tiap dua jam sekali agar perlindungannya maksimal.

  1. Gunakan Pakaian Pelindung

Selain pakai tabir surya, kamu juga dianjurkan untuk menggunakan pakaian pelindung saat beraktivitas di cuaca panas. Misalnya, menggunakan topi, pakaian lengan panjang, dan kacamata hitam.

  1. Pakai Pelembap

Gunakan pelembap atau krim khusus untuk membantu regenerasi kulit, sehingga lebih cepat pulih dari kerusakan kulit akibat paparan sinar UV matahari. Pilih pelembap sesuai jenis kulit agar khasiatnya optimal.

Hal lain dari dampak paparan sinar UV matahari adalah terpancingnya emosi. Padahal saat puasa, kamu dianjurkan untuk menahan hawa nafsu, salah satunya amarah. Pasalnya saat berada pada cuaca panas, suhu tubuh meningkat dan menyebabkan denyut jantung, kadar hormon testosteron, dan reaksi metabolik. Hal ini memicu sistem saraf simpatik untuk mengaktifkan respons fight or flight yang membuat seseorang lebih cenderung untuk melawan. Rasa tidak nyaman akibat cuaca panas juga menjadi penyebab seseorang mudah emosi.

Empat cara di atas bisa kamu lakukan untuk melindungi kulit dari bahaya sinar UV paparan matahari saat puasa, sekaligus membantu mengendalikan amarah akibat cuaca panas saat puasa. Cara lainnya adalah denga menyegarkan badan setelah beraktivitas di cuaca panas. Namun, sebaiknya tunggu beberapa menit sampai badan kering, baru mandi dengan air dingin.

Tinggalkan Balasan